thoughts

by Fariz Rizaldy

Frontend & UI Engineer

Read this first

Side project untuk Developer

Dan mengapa Side Project penting untuk Developer

cup-of-coffee-laptop-office-macbook-89786.jpeg

Banyak sebuah bisnis (digital) serius bermula dari proyek sampingan, seperti Twitter, Github, Buffer, dan lain-lain.

Jika kamu seseorang yang bekerja full time pada suatu perusahaan, mungkin kamu bisa menggunakan weekend kamu untuk membuat sebuah side project. Sebenernya bisa dilakukan ketika diluar office hours (biasanya di Indonesia antara jam 16 sampai 17); Tapi karena kita memiliki kehidupan lain selain didepan monitor, jadi lebih baik ketika weekend (biasanya jum'at malem - sabtu. Malam mingguan doong).

Pada tulisan ini kita akan membahas kenapa Side Project penting untuk seorang Developer.

 Eksplorasi teknologi baru

Tapi bukan berarti kita harus benar-benar menggunakan teknologi tersebut. Saya ambil contoh sebagai Frontend Developer, dan you know laah tentang The Melting-pot of JavaScript, JavaScript Fatigure, dan Renaissance

Continue reading →


PULANG

Jum'at kemarin, tanggal 09 Februari 2019 gue pulang ke rumah orang tua gue di Serang, Banten. Udah lama juga enggak pulang, terakhir pas lebaran haji kemarin.

Gue tinggal di kamar atas di rumah orang tua gue. Oke, gue sebut rumah gue aja ya. Kamar tidur gue yang diatas belum terlalu lama, sekitar tahun 2013 kamar ini dibangun. Enggak banyak berubah isi nya, paling penempatan furnitur aja yang berpindah-pindah.

andhika-soreng-399059.jpg

Sebelum tinggal di Serang, gue tinggal di Pandeglang, Banten. Sekitar tahun 2004 gue pindah ke Serang, waktu kelas 2 SD. Sampai tahun 2008. Sisanya, gue sekolah di sebuah tempat bernama Pesantren, dan menimba ilmu disana selama 6 tahun.

Jadi bisa dihitung, lama gue menetap di rumah yang orang tua gue bangun ini cuma 4 tahun, dari kelas 2 SD sampai 6. Sisanya, dari 2019-2015 gue tinggal di Pesantren.

Pulang dari pesantren pun cuma 3x dalam setahun.

Ketika lulus dari

Continue reading →


Persetan passion, realistis aja.

 Ketika Deadline Driven Development menyerang

ezra-jeffrey-339965.jpg

Sebagai seorang Developer, setiap orang memiliki passion atau keinginan besar tersendiri:

  • Writing clean code
  • Following any standard rules
  • Document your code clearly

Namun ketika proses development di stir oleh deadline, realistis aja. Simpan baik-baik passion kamu dalam berprinsip. Kenapa?

Hal yang pernah gue pelajari tentang memberikan sebuah layanan, ada 3 bagian penting dalam penentuan sebuah layanan, dan lo pasti udah familiar dengan 3 hal tersebut:

  • Harga
  • Waktu
  • Kualitas

Jika ingin murah, jangan berharap cepat & bagus

Jika ingin bagus, jangan berharap cepat & murah

Jika ingin cepat, jangan berharap murah & bagus

Kalau lo seseorang yang profesional, dan mereka meminta layanan lo dengan serius, pasti ngerti tentang ketiga hal ini. Karena meminta layanan ada tiga fase:

  • Input
  • Process
  • Output

Klien memberika briefing tentang

Continue reading →


Karena fokus itu susah

tyson-dudley-134446.jpg

Kebanyakan programmer kerja di malam hari, termasuk gue. Setiap orang memiliki alasan masing-masing, begitupula gue. Dan ini alasan gue kenapa sering nya kerja di malam hari.

Setelah gue googling-googling, dan gue dapet presentasi di TED oleh Jason Fried, seorang CEO Basecamp dan penulis buku mega best seller Rework.

Dari presentasi yang berjudul Why work doesn’t happen at work, di poin:

Untuk orang-orang kreatif seperti Programmer, Desainer, Penulis, Pemikir, dan Insinyur, mereka membutuhkan waktu yang bebas gangguan untuk menyelesaikan sesuatu.

Karena kita enggak bisa ‘menjadi kreatif dalam 15 menit’, dan benar-benar memikirkan suatu masalah. setuju?

Hal yang gue garis bawah lagi juga adalah:

Mungkin lo bisa mendapatkan ide dengan cepat, tapi untuk benar-benar memikirkan masalah tersebut secara mendalam, dan mempertimbangkan nya dengan hati-hati, kita membutuhkan waktu yang

Continue reading →


Now, I’m Quit from Instagram

Setelah gue menulis tentang udah enggak buka Facebook disini dan berhasil, sekarang gue mau coba enggak buka Instagram.

80% aktifitas yang gue habiskan di mobile adalah membuka Instagram. Bangun tidur, Ke kamar mandi, mumet pas kerja, pas makan, dan lain-lain. Yeaah, banyak orang yang addicted dengan Instagram, termasuk gue. Padahal Instagram enggak ada apa-apa nya.

Cuma untuk pamer.

Dan pengen tau kegiatan seseorang melalui Instagram Story nya tersebut, fuck you Instagram Story!

Setelah gue enggak main Facebook lagi, gue ngerasa hidup gue makin tenang & produktif. Less distraction. Perjuangan enggak main Instagram ini berat banget, dari yang pertama gue: Disable notification badge untuk Instagram (thanks iOS!), disable notification, dan sekarang gue uninstall. Gue ganti password (random 32 characters length), dan enggak gue save di Lastpass.

Kan bisa reset password!

Ini tricky

Continue reading →


Hello, I’m back!

Setelah sekian lama enggak blogging karena kesibukan kerjaan yang makin banyak, akhir nya gue ada waktu untuk nulis. Daripada sayang bayar $6/bulan, tapi enggak dipakai apa-apa, kan?

Continue reading →


I’m stop writing about Frontend Development here

As you have known me, that I’m writing about Frontend Development since my domain was userlabs.co.id (btw, you can see here: https://archives.filosofikode.me/) and for my old blog posts at https://filosofikode.me, I didn’t export it.

Am I really stop writing about Frontend Development? No. I’m creating something new for it. This blog will be used to share what I thought to you all, my fellow reader.

Thank you!

Continue reading →


Hello World!

Selamat datang di Blog gue lagi, iya ini gue beda lagi ya. Setelah ganti dari Ghost, Wordpress, Jekyll, Octopress, dan GatsbyJS. Sekarang gue pakai Svbtle.

Dan ini layanan berbayar, $6 per-bulan.

Padahal, alasan gue enggak pakai Ghost adalah karena gue ngebayar $5 perbulan (untuk sewa VPS di Digital Ocean). Terus, kenapa gue malah menggunakan Svbtle yang jelas-jelas berbayar lebih mahal dari DigitalOcean, dan cuma bisa dipakai untuk blogging? (Beda sama VPS yang bisa untuk keperluan lain juga)

 Fokus nge-blog

Kalau pakai VPS, gue enggak fokus nge-blog. Kadang gue harus mantau jumlah disk space yang ada, mantau apache, mantau pm2, dan lain-lain. Meskipun gue tinggal akses /ghost dan mulai menulis disana, tapi gue susah fokus pakai Ghost. Apalagi kalau pakai Wordpress.

Kalau pakai ini? Yang perlu gue lakuin adalah menulis. Enggak usah mikirin SEO, enggak usah mikirin disk space, dan

Continue reading →