1 year at KelasKita

1 tahun yang lalu, gue memberanikan diri untuk melamar pekerjaan sebagai Frontend Engineer. Tanpa gelar sarjana, tanpa embel-embel fresh graduate, tanpa pengalaman pengalaman kerja fulltime di kantoran. How lucky I am.

Di Linkedin, gue udah 1 tahun 1 bulan di KelasKita. Tapi gue tinggal di KelasKita, dan bener-bener ngerasa kerja di KelasKita baru 1 tahun. Dan entah kenapa gue ingin menulis tentang ini.

Co-living

Karena gue selalu update tentang berita-berita dari luar, diluar sedang hits (dan di Indonesia juga) lagi tren kerja di Coworking Space. Lumayan untuk memangkas pengeluaran perusahaan untuk membeli kantor dan perabotan nya, 'ada atmosfer produktif' dengan konsep open-workspace nya, dan aroma kopi yang menggoda.

Dan juga diluar sedang hits tentang konsep Coliving. Daripada menyewa meja untuk ngantor di Coworking Space, lebih baik menyewa satu bangunan/gedung/kamar untuk kerja. Sedangkan konsep seperti ini sudah lama diterapkan di Indonesia, liat Indomaret & Alfamart, biasanya dibawah toko nya, dan diatas tempat karyawan nya tinggal.

Di KelasKita pun sama, diatasnya ada kamar, dan dibawahnya tempat kerja. Alias Rukan, rumah kantor. Ini enak banget buat gue yang masih seorang Mahasiswa, terlebih merantau dari Banten. Kamarnya pun luas banget, bisa gue jadiin Tiny House kayaknya kalau mau dan ada duit.

Bangun tidur, mandi, kebawah, langsung kerja. Biasanya males mandi, cuma cuci muka. Sampai hari ini belum ada yang ngeluh secara langsung ke gue kalau gue jarang mandi kalau kerja haha. Kadang malu aja, terlebih temen kerja disini ada yang cewek, dua. Cantik-cantik lagi, karena not my business, jadi cuek aja. Kecuali kalau seumuran haha.

Flexible hours & Remote-friendly

Ini yang gue suka banget, remote-friendly. Kalau lagi bete kerja di kantor, bisa kerja dimana aja. Biasanya gue kalau bener-bener ngebet pengen kerja di luar (upnormal, warkop, kadang di jalan dago) kalau lagi ada kerjaan yang bener-bener urgent, dan butuh fokus lebih. Soalnya sering nya gue gampang keganggu kalau kerja di kantor.

Tapi karena gue kerja nya dimana aja (masih di area kantor, kadang diatas sambil berdiri; Kadang di gazebo, kadang di teras, kadang di kamar ob), jadi kadang enggak masalah kalau pengen nyari fokus. Kalo ke warkop ya kalau pengen sambil ngopi enak aja.

Flexible hours, this is a trap. Jam kerja di KelasKita hampir sama kayak perusahaan lain, 8 jam. Sayangnya karena ke-flexible-hours-an ini, gue suka terlena. Sering nya enggak pernah sehari menghabiskan jam kantor selama 8 jam, biasanya cuma 4-6 jam. Kadang 2 jam (biasanya gue lanjut malem kalau cuma 2 jam).

Sesuatu yang enak itu biasanya membuat kita terlena, dan itulah yang gue rasakan. Terlebih kita sebagai engineer disini log work berdasarkan issues yang di kerjakan. Mungkin semakin lama ngerjain issues, gue bisa aja log work selama 8 jam. But that's not so productive. Prinsip gue, semakin sebentar menyelesaikan issues, semakin produktif. Kadang gue malu kalau cuma 'fix' hal-hal sepele, kalau di log work. Tapi karena penting, jadi gue buat issues nya di Bitbucket bukan di JIRA.

Working here is so enjoy. It's atmosfer, coworker, facillity, and diversity. Gue enggak menyebutkan salary karena kalau pengen dapet salary gede banget, mending kerja ke perusahaan multinasional, atau ke perusahaan luar. atau mentok-mentok unicorn. Tapi kalau mau mendapatkan asik nya pengalaman bekerja di perusahaan yang mulai naik, menantangnya bekerja dengan tim kecil yang scaling, dan menghadapi pertumbuhan yang sangat cepat, kerja di startup bisa menjadi pilihan untuk lo.

About me

Gue Frontend Engineer disini, divisi Software Engineer/engineering. Mungkin gue bisa disebut Lead Frontend Engineer, karena gue yang bertanggung jawab atas semua yang dilihat dan dialami end-user di Web.

Gaji diatas UMR, dan masih nyerempet-nyerempet gaji fresh graduate. Meskipun itu bohong, karena gue bukan fresh graduate. Tapi gue sangat berterima kasih, karena setidaknya gue intern disini (honestly dulu ngelamar disini ingin magang, tapi langsung di tolak dan disuruh jadi fulltime disini, thanks pak Indra!).

Sehari-hari gue berkutat dengan Visual Studio Code, React, VueJS, Webpack, Bootstrap, dll. Kalau mau tau skill JavaScript gue, singkatnya gue membuat request menggunakan Promise, concurrency menggunakan async-await, menulis nya menggunakan ES7 (ES8 juga welcome!), dan bisa konfigurasi Webpack tanpa googling (meskipun sekarang lebih seringnya pakai yang almost-zero config scaffolder).

btw, I never 'metering' my skill, because I always learning.

Gue handle beberapa produk dan project disini, dari sesimple membuat Email Template, sampai sekompleks membuat Single-page Apps menggunakan paradigma Isomorphic Rendering. Kalau lo akses website KelasKita dan load nya lambat, lo bisa bom 'P P P P P P P' ke gue, dan hujat 'woy webnya lemot amat ngeload nya'. I always open for feedback

Project pertama gue ketika masih probation adalah meng-convert template ke HTML Company Visit nya Indosat Ooredoo. Pengalaman pertama gue dalam membuat UI menggunakan React, di kantor Fulltime (kalau freelance mah sering haha).

Udah itu, gue membuat Frontend nya Kelas Bekraf. Menggunakan React dan Tachyons. Dan Alhamdulillah sampai hari ini masih menggunakan React, meskipun gatel ingin rewrite ke Vue (I don't have time for rewriting it btw). Tapi kalau Bekraf ada rencana untuk membuat aplikasi mobile nya (hmm mungkin untuk iOS ya, soalnya kalau di Android udah di handle oleh Android Developer disini), baru enggak bakal gue rewrite. I fall in love with React Native!

Lalu, project-yang-masih-dikerjakan-sampai-hari-ini adalah redesign besar-besaran KelasKita. Baru disini gue menggunakan Vue (Nuxt lebih tepatnya) untuk JavaScript Framework nya. Alasan nya adalah gue enggak seneng dengan bundle-size nya React, dan terlebih dulu lagi ada masalah Patent si React (waktu masih BSD3-clause, bukan MIT). Dan si Vue ini seperti proses frontend development dulu, tapi lebih powerfull. Virtual DOM, component-based, dan scalable.

Mungkin share tentang gue dan kerjaan gue di KelasKita gitu aja dulu, karena takut yang lain sifat nya rahasia.

Event

Selama di KelasKita, gue udah menghadiri 2 event. Rata-rata event pameran, yang salah satu tujuan nya untuk memperkenalkan lebih luas tentang KelasKita. Ini pengalaman banget, karena sebelumnya gue belum pernah jadi "Exhibitor". Dan mungkin, gue yang paling muda dari semua Exhibitor yang ada.

Foto-24-05-18-07.44.05

Ini waktu acara Habibie Festival, pameran yang pertama kali gue ikuti. Disini hampir semua engineer ikut (termasuk cofounder nya). Acara nya rame banget, dan yang dateng ke booth pun banyak banget. Dari anak SD, ukhty-ukthy cantik-cantik, sampai bapak-bapak direktur.

Pengalaman yang gue dapet dari sini adalah skill direct-marketing. Gue berfikir untuk gimana cara nya gue menjelaskan sesuatu tentang KelasKita selama beberapa detik berdasarkan yang mereka tanyakan, dan make sure mereka paham.

Event kedua adalah Compfest nya UI, User Interface. Bercanda, Universitas Indonesia.

Foto-24-05-18-07.44.42

Disini yang dateng engineernya cuma gue dan dengan salah satu cofounder, Kang Indra. Di acara ini, Kang Indra udah enggak jadi Engineer lagi, udah menjadi fulltime designer. Beda ketika di acara Habibie Festival yang masih menjadi Engineer (membuat API untuk Mobile app).

Di acara compfest pun rame banget, lumayan kewalahan karena cuma berdua, tapi lebih seru dari Habibie Festival karena di acara Compfest memang khusus untuk sesuatu yang berkaitan dengan Teknologi. Terlebih acara nya enggak terlalu kaku, mungkin karena enggak ada label 'pemerintahan' di acara ini. Gue membawa pulang botol Traveloka dari acara ini.

Sekilas di KelasKita

Foto-24-05-18-07.38.50

Pertama, ini tempat kerja gue.

Foto-24-05-18-07.39.20

Gue selalu berpindah tempat duduk, dan mungkin struktur duduk coworker kelaskita akan berubah kalau gue berpindah tempat duduk haha. Beda kalau ternyata "mereka duluan yang dateng", karena seringnya gue telat haha.

Foto-24-05-18-07.39.38

Ini tempat favorit gue. Dulu gazebo ini enggak ada, karena gue seorang hard smoker, dan anak kelaskita yang ngudud kalau lagi ngudud biasanya disini (waktu belum ada gazebo), mungkin dibuatlah tempat duduk ini. Dan gazebo ini nyaman banget kalau duduk nya bawa bean bag.

Gue kalau lagi butuh fokus banget, dan pengen nya ngudud terus, gue biasanya kerja disini. Kadang sama teh vicy, kalau teh vicy orang nya slow-slow aja sama asep rokok (katanyasi gegara cowok nya juga ngudud). Tapi kalau ada teh mumu disini, atau kang indra, atau mas ali, gue memilih untuk tidak ngudud disini karena enggak enakan. Alias, gue bakal pindah tempat ke teras haha.

Foto-24-05-18-07.40.02

Standing desk! Sedikit lifehack, yang penting it works. Yang sering pake ini cuma gue dan kang indra. Biasanya gue pakai ini kalau kerjanya lagi ngudud, dan males duduk. Kadang kalau hujan. Kadang kalau malem. Kadang standing desk nya gue jadiin desk biasa, dan bawa kursi kesitu. Duh gue semena-mena banget ya kerja disini

Foto-24-05-18-07.40.23

Sekarang udah enggak kepakai, karena kita kan bikin sprint di JIRA (yang kanban kanban itu loh). Tapi kadang gue kalau lagi banyak kerjaan, dan biar orang-orang tau gue lagi ngerjain apa, gue bikin sticky notes disitu. Tapi itu jarang banget sih.

Foto-24-05-18-07.40.40

Hello, CCTV! Dulu ini enggak ada. Dan hidup kita tenang hahaha. Karena ini bukan kemauan kita semua yang ada di Bandung, jadi yaa terima aja. Sering nya sih jadi pajangan, tapi kadang kang indra iseng ngomong via CCTV disitu.

Foto-24-05-18-07.41.24

Ini beanbag yang gue omongin. Disini tempat kita take a nap. Kadang jadi tempat gue "Tidur" (bukan take-a-nap ya). Ngelatrak anjir gue disini haha.

Foto-24-05-18-07.41.44

Perpustakaan mini. Buku ini biasanya nambah 1 setiap bulan. Ada buku tentang Desain, life-lesson, growth hacking, bisnis, novel (DILAAAN), Qur'an pun ada. subhanllah. Gue sering minjem (langsung ambil sih haha) beberapa buku.

Foto-24-05-18-07.45.57

Ini workspace view nya. Biasanya lebih berantakan sih haha (pekerja creative?), apalagi kalau bukan bulan ramadhan.

Foto-24-05-18-07.46.56

Ini view luar (depan), kebun mini nya kang aher. Kalau lagi bikin sambel, kang aher biasanya ambil cabe disini.

Foto-24-05-18-07.47.34

Ini view luar (depan banget). Gerbang masuk menuju kantor KelasKita. Tumben cuaca Bandung cerah banget.

Coworker



Bergabung bersama kami para Gold Director @id.oriflame.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra (@drayanaindra) pada

Ini orang-orang dibalik KelasKita. Diambil dari Instagram nya bos gue, kang indra.



Horaaaay!! Happy birthday nak.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra (@drayanaindra) pada

Ini waktu gue ulang tahun, dan pertama kali dirayain oleh orang yang bukan dari keluarga gue. Dan besok-besoknya ditawarin Macbook Air (yaa beli lah) yang sampai hari ini gue pakai (Goodbye HP).



Work for eat. Eat for Work. #work #eat

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra (@drayanaindra) pada

Ini waktu gue masih rada awal-awal masuk, masih unyu dan lugu. sekarang geh masih unyu da. Dulu sering banget makan-makan bareng diluar dan nonton, tapi sekarang jadi jarang salah satu nya karena pekerjaan yang semakin banyak.

Sebenernya masih banyak foto lain, tapi mungkin nanti aja gue share nya.

What I Learn

Banyak pelajaran dan pengalaman yang gue dapet ketimbang pas kerja ketika freelancing. Team-work, Thinking as user, User Experience in real-case, bergaul dengan coworker (alias bergaul dengan seseorang yang BEDA JAUH umur nya dengan gue), work at startup, journey while building a startup, dll. Banyak banget. Mungkin dulu kalau gue enggak berani melamar pekerjaan ini, gue enggak bakal dapet pengalaman serupa sebagaimana yang gue dapet sekarang.

Gue sangat berterima kasih karena telah diizinkan untuk bergabung dengan tim ini. Terlebih mempercayakan seseorang yang kuliah nya sedang tidak jelas.

Now?

I don't know. Sejujurnya gue masih betah banget kerja disini. Terlebih dapet beberapa fasilitas tambahan dan kenaikan gaji. Demi KelasKita gue berani menolak beberapa tawaran kerjaan yang mungkin "higher-level" dengan perusahaan tempat kerja gue sekarang. Mereka para unicorn, enterprise, agensi, dan juga ada startup yang "baru dapet funding".

Kerja disini pun gue dapet penghasilan yang sangat cukup untuk mahasiswa single kayak gue. Terlebih perusahaan ini memiliki visi yang hampir sama dengan yang gue punya, learning and sharing. Enggak ada problem besar yang gue alami, bahkan ketika Jum'at dulu saat anak-anak kelaskita mau meeting, gue malah lagi asik di Jogja. Dan meeting pun di pindahkan ke minggu depan karena enggak efektif kalau pakai Zoom/Skype, dan ini kesalahan yang paling besar menurut gue yang pernah gue lakuin di KelasKita.

Tapi ada beberapa hal...

Gue kerja, dapet duit. Tapi gue merasa nya malah jadi enggak mendapatkan uang, atau lebih tepatnya "jadi jauh dengan teman-teman gue". Maksudnya gini, orang-orang di KelasKita juga teman gue, tapi bukan teman-teman yang memang teman gue. teman gue itu yang berumur 21 (untuk sekarang), masih menikmati masa muda nya tanpa harus memusingkan tentang kerjaan, atau belum memiliki tanggung jawab untuk istri dan anak.

Gue jadi jauh dengan teman-teman kampus gue, terlebih semester depan rencana (tujuh) gue mau ngambil kelas karyawan. Makin asing aja gue di dunia perkampusan.

Gue merasa, gue dapet uang, tapi enggak dapet teman. Uang enggak bisa bikin gue ketawa-ketawa karena ngomongin ngalor ngidul apa aja, dan enggak bisa beli waktu untuk masa muda gue. Okelah mungkin gue dengan menghabiskan masa muda gue seperti ini, gue seorang yang produktif. Masa muda gue enggak dihabiskan dengan sia-sia. Tapi gue entah kenapa seperti enggak mau kalau masa muda gue dihabiskan dengan bekerja. Mungkin, mungkin yaaa gue bisa "menghabiskan masa tua gue dengan tidak bekerja", but that's so different. Gue mungkin udah punya keluarga, istri, anak. Dan begitupula dengan teman-teman.


So, I don't know. Kehidupan ribet kalau difikirin, tapi ribet juga kalau asal ngejalanin aja. Mungkin gue bisa aja balik lagi ke pekerjaan gue dulu menjadi freelancer, atau cari kerjaan lain yang memang remote-first. But, I don't know.

Gue enggak mau cuma menjadi mahasiswa aja. Gue merasanya seperti "Too wasting time" kalau hidup gue hanya dihabiskan untuk kuliah dan ngerjain tugas. Dan sekali lagi, I don't know. I don't what I do and should do. Orang tua udah seneng gue punya kerjaan, terlebih di Bandung. Kakak kelas kakak kelas gue pun rata-rata yang kuliah di Bandung, kerja nya ujung-ujungnya di tanah kelahiran mereka. Enggak tau alasan nya kenapa.

Gue udah curhat ke cewek gue yang kebetulan ambil kuliah psikologi, dia bilang semua tergantung sama diri gue. Emang iya sih, tapi dia kasih saran pekerjaan gue yang sekarang udah passionate. Dan memang iya.

Dan sekarang masih "I don't know". Meskipun gue bisa aja ambil pekerjaan lain yang udah pada nawarin dan sesuai dengan passion gue, mendapatkan lebih banyak penghasilan di yang lain, but I don't know. Honestly, uang bukan ukuran kebahagiaan dalam hidup gue, meskipun gue hidup pasti nya butuh uang.

Dan entah kenapa gue ada niatan buat nulis 3457 kata ini.

P.S: Itu foto napa miring gitu ya?

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.