Blogging is easy, but focus is not

Sejujurnya gue punya banyak banget blog; yang ngebahas sampah-sampah yang ada di fikiran gue, tentang JavaScript, dll. Di Namecheap gue pun kayaknya banyak banget domain yang gue register, tapi enggak pernah gue urus.

Agar fokus, gue akan membuat beberapa keputusan untuk gue, sebagai blogger.

Sebelum nya gue percaya dengan "monetasi" via blog, tapi susah banget. Terlebih kalau cuma berbagi konten sampah. Mungkin bisa aja dengan nampilin iklan, tapi enggak, itu bukan gue banget.

Jadi, dengan ini, beberapa blog yang gue punya akan gue shutdown, sad. Gue mungkin orang nya kapitalis banget, gue harus "mendapatkan sesuatu" dari apa yang udah gue "keluarkan". Karena dari blogging ecek-ecek ini gue enggak mendapatkan apa-apa, so, goodbye.

Gue ingin fokus membangun portfolio aja, ngebagusin contribution activity di profile Github gue, dan bikin apps buat gue sendiri. Sayang udah bayar $99, tapi cuma buat iseng doang.

Syukur-syukur dari hasil yang gue buat tersebut, bisa gue share. Gue biasa nya tipe orang yang "bikin sambil share", tapi sekarang gue enggak mau gitu lagi, jadi ke "share setelah bikin".

Setidaknya dari blogging gue dapet temen, makin nambah yang ngirim pesan ke gue di Telegram; dari mahasiswa, mahasiswa-sedang-delay-skripsi, starap founder yang abis dapet funding, sampai bapak-bapak yang kebetulan seorang-developer-dan-iseng-chat-gue. I'm enjoying it.

Sejujurnya nulis/berbagi di Medium juga asik, sayang nya gue 'seperti' hanya berharap Clap, seperti misalnya ketika memposting foto di Instagram/nge-tweet di Twitter yang berharap like. Ah, Medium feels like Social Media right now, at least, in it engagement

Dan sekarang, gue ingin fokus.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.