filosofikode.me

Invest in ergonomic is so expensive

December 29, 2018 • ☕️ 5 min read

Sebelumnya gue pernah mengisi survey tapi entah darimana lupa tentang hiring. Pilihan-pilihan yang gue dapat antara lain:

  • Diversity
  • Good-knowledge team
  • Ergonomic Workplace
  • 401k
  • Unlimited Vacation
  • Work-life balance
  • Work-related expense

Dan ya, itu company luar. Company luar bener-bener peduli dengan kita. Mereka sangat serius untuk memenuhi kebutuhan kita. Ada satu yang sangat membuat gue tertarik, yaitu topik tentang Ergonomic Workplace.

Gue peduli dengan ergonomi. Kenapa? Seperti yang kita tau: Kita akan mendapatkan pelajaran dari sesuatu, setelah sesuatu tersebut terjadi kepada kita, kan? Mari kita bicarakan tentang ‘apa’ yang terjadi pada diri gue.

Sakit punggung/leher

Duduk lama-lama didepan komputer membuat gue sakit punggung. Meskipun ditempat kerja sebelumnya udah dikasih desk dan kursi yang nyaman banget, tapi tetap: Gue menatap layar komputer gue dengan nunduk.

Ditempat sekarang? Remote startup. Sangat mature, belum bisa ngejanjiin banyak untuk karyawan nya. Mau enggak mau gue harus peduli dengan sendiri tanpa mengharapkan kepedulian yang diberikan oleh perusahaan. Gue join dengan tempat kerja sekarang karena ada beberapa alasan yang belum bisa gue sebutkan disini.

Ditempat sekarang gue kerja dari mana saja, dan seringnya dari kamar gue sendiri. Alhamdulillah untuk masalah sakit punggung/leher jarang terjadi, karena gue menatap layar komputer dengan keadaan tidak menunduk. Terlebih sekarang gue menggunakan 2 layar, yang satu monitor khusus untuk coding, dan posisinya lumayan tinggi (jadi gue enggak harus menunduk untuk mengetik kode. Dan mengetik ini juga).

Dan ya, gue beli dengan uang gue sendiri.

Masalah sakit leher sepertinya bisa teratasi, yang belum ada punggung. Meskipun gue belum merasakan sakit punggung disini (semoga tidak), tapi mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Ya, gue butuh kursi (dan meja) yang nyaman untuk gue pakai dalam bekerja.

Kebanyakan duduk

Duh sorry aja ini gue lagi males embed link, tapi gue pernah baca bahwa kebanyakan duduk is baaaad. Bahkan ada tulisan yang bisa menyebabkan kematian, silahkan cari sendiri.

Ditempat dulu gue ada fasilitas “Standing Desk” minimalis a.k.a apa adanya, yang penting bisa dipakai untuk ngetik sambil berdiri. Ditempat sekarang belum ada (dan gue harus beli sendiri pastinya), ada lifehack yang bisa gue lakukan (seperti ngetik diatas lemari), tapi lemari yang gue punya tidak terlalu lebar, meskipun bisa digunakan untuk berdiri, tapi pastinya akan gue lakukan sambil menunduk. hmmm

Gue bukan seseorang yang bisa bekerja sambil berdiri, tapi menurut gue lumayan worth untuk dilaksanakan. Paling lama gue bisa kerja sambil berdiri sekitaran 15 menit, setelah itu duduk istirahat untuk beberapa menit kedepan. Bisa diterapkan teknik pomodoro disin, tapi gue orang nya Anti Pattern haha. Tapi jujur, gue lebih kesiksa ‘pegel karena kelamaan duduk’, daripada ‘pegel karena kelamaan berdiri’.

Sakit/pegel tangan/jari

Ngetik lama-lama bisa bikin pegel. Dari jari, sampai ke tangan itu sendiri. Kenapa gue peduli dengan ini? Pokoknya, setiap yang tidak bermasalah gue akan peduli. Sesuatu yang ‘tidak bermasalah’ ini bikin fikiran diotak, bikin hilang fokus. Misal, lagi asik-asik ngetik kepikiran duh pegel bgt ya dan ini masalah menurut gue.

Faktor yang menyebabkan ini terjadi kepada gue adalah: Keyboard. Karena 90% kerja gue adalah dengan keyboard. Keyboard Mac sudah sangat cocok untuk gue, dari layout sampai ke ‘feel’ nya. Tapi sayangnya, gue enggak bisa tegak bila menggunakan keyboard bawaan macbook. Kecuali klo sambil tiduran ngetiknya.

Keyboard external sebelumnya yang gue punya sangat tidak ergonomis karena layoutnya berbeda dengan layout mac gue (karena keyboard khusus windows). Tidak ergonomis nya salah satunya adalah otak meng-asumsi menekan tombol K misalnya, ternyata yang muncul huruf J. Gue jarang banget ngetik melihat keyboard, sampai ke kondisi yang benar-benar mengharuskan gue melihat keyboard (typo 3x+). Sisanya? Fokus ke layar.

Dan ya, gue invest di keyboard. Karena 90% pekerjaan gue ini menggunakan keyboard. Gue memilih keyboard mekanik karena pengalaman ketika mengetiknya ini kerasa enak banget, dan juga yang ‘katanya’ didesain untuk ergonomi. Jika membandingkan dengan keyboard gue sebelumnya, perbedaan yang paling mencolok adalah: Pengalaman menekan key, ‘suara’ nya, dan semenjak menggunakan keyboard ini, jari kelingking dan manis gue berguna. Karena lembut banget.

Dulu gue enggak bisa menggunakan kedua jari tersebut. Enggak tertarik mempelajari touchtypist, karena menurut gue cara yang gue gunakan sekarang sangat efektif dan produktif menurut gue. Silahkan pelajari sendiri kalau merasa tidak nyaman dengan cara mengetik anda yang sekarang.

Belum merasakan sakit tangan/pegel jari ketika menggunakan keyboard sekarang, tapi terasa di pegel sikut karena posisi meja yang sangat rendah.

Gue juga invest di mouse, menggunakan mouse yang nyaman digenggam, tidak menimbulkan noise, dan sangat nyaman digunakan. Fortunately I got that with cheap price! Dan menggunakan] bluetooth (+ rechargable), tidak membuat ribet banyaknya port usb yang dicolok dan keharusan untuk membeli baterai seperti sebelumnya

Kecerahan layar

Banyak study yang menjelaskan tentang kecerahan layar, tentang bagaimana mata menatap layar. Beruntungnya menggunakan Mac (yang sudah ada fitur built-in), ada fitur yang bernama Night Shift. Sebelumnya gue enggak pernah merasakan ‘sakit’ nya menatap layar laptop kelamaan, tapi baru sampai ke level ‘pusing’.

Brightness paling maksimal diruangan tertutup biasanya cuma 40%, jika menyalakan night shift gue turunin jadi 30%. Night shift membuat mata kita lelah ketika memandang monitor, dan ini bagus untuk kita agar bisa menghindari tetap terjaga sampai larut. Banyak studi yang menjelaskan untuk bisa tidur cepat, hindari menggunakan smartphone sebelum tidur, dan gue asumsikan studi tersebut berkaitan dengan Night Shift ini. Dihandphone beruntung ada fitur Reading Mode (android) dan Night shift (aipon). Jadi semoga bisa membantu gue untuk menghindari begadang. Kalo sekarang, gue ‘begadang’ karena biasanya sudah diniatkan untuk begadang. Beda dengan sebelumnya yang begadang karena sering tanpa alasan alias susah tidur.

Something I miss

Lebih dari 900rb gue invest untuk ergonomi, untuk sekarang. Mungkin akan terus bertambah, meskipun ingin menerapkan gaya hidup minimalis. Tapi, siapa sih yang tidak ingin bekerja dengan nyaman, produktif, dan fokus? Untuk sekarang gue udah lumayan nyaman, seperti yang kita tau: Manusia tidak pernah puas. Disinilah peran ideologi minimalisme membantu. Dan ya, minimalis bukan berarti memiliki sedikit barang, kan?

Beberapa yang mungkin akan gue beli adalah: Meja yang pas untuk postur tubuh gue, dan kursi yang nyaman untuk bekerja. Ergonomi ini memang mahal sih, tapi gue belum pernah kecewa untuk sesuatu yang gue invest, meskipun berharga sangat mahal. Contohnya seperti beli mekbuk, yang meskipun mungkin gue bisa menggunakan laptop lain untuk bekerja, tapi gue belum mendapatkan fitur2 andalan yang ditawarkan mekbuk: Ngecas cepet, tahan lama, ringan & tipis, booting cepet, dll.

Meskipun gue peduli dengan ergonomi, tapi gue merokok & ngopi (yang mana, lucu aja: Peduli dengan kesehatan, tapi tidak peduli dengan kesehatan).

Gini gini. Merokok itu untuk kebutuhan gue, bekerja untuk kebutuhan orang lain (meskipun ujung2nya kembali ke gue juga, kan?). Emang lo mau ‘sakit’ karena faktor orang lain? Beruntunglah untuk kalian yang tidak merokok (dan tidak ngopi!). Gue enggak mau menambahkan beban kesehatan ini, setidaknya gue harus bisa nyaman untuk bekerja.

Dan beruntunglah bila kalian bekerja ditempat yang peduli dengan ergonomi, work-life balance, dll. Kalian (mungkin) tidak perlu harus melakukan pengeluaran sendiri seperti yang gue lakukan.

Setiap sesuatu pasti memiliki kekurangan & kelebihan, jadi, bijaklah dalam melihat sesuatu, okay?

I love writing code, I love myself. Kenapa tidak memanjakan untuk sesuatu yang gue cintai tersebut?


Fariz Rizaldy

Personal blog by Fariz Rizaldy.
Now Page About Fariz