Hustling on internet

Ada banyak cara untuk mendapatkan uang dari Internet, dan udah beberapa yang gue coba. Freelancing, Ads monetizing, gigs offering, sampai ke hacking. ya, gue pernah dapet recehan dari starap yang bergerak dibidang taksi karena celah denial of service (not the lame ddos, okay?) yang membuat app mereka crash (that's why you should NEVER trust user input).

Freelancing, menawarkan gigs (membuat template email/wp/tumblr biasanya), ngikut bug bounty program, dll nya merupakan hal yang seru. Bisa cepet dapet duit instan, atau sebulan enggak dapet duit. Tapi semua itu udah gue tinggalin (at least for now), mengapa?

Freelancer makin banyak

Begitupula freelance marketplace. Dulu enak, kalau enggak odesk, yaa freelancer. Sekarang ada toptal, remote, gun, dll banyak banget lah. Ada yang premium quality picked, ada yang memang marketplace.

Terlebih, skill mereka itu hebat-hebat. Kalau enggak belajar cepet, bakal ketinggal jauh. Dan banyak yang jack of all trades (fyi, company serius rata-rata hiring spesialis). Dan yang paling kesel nya, banyak yang banting harga.

Lu ketemu freelancer with 'almost-high-skilled', hourly-rate rendah, reputasi bagus, dan udah banyak portfolio, ah mending mundur. yang udah lama freelancing pasti tau ni orang dari mana

But that's they choice, they strategy. Tapi menjatuhkan harga seorang programmer.

Jadi gue udah males ngambil freelancing, ternyata enak fulltime. Freelancing dapet banyak duit, tapi enggak untuk temen. Working everywhere, and everywhere working; Working whenever, and whenever working.

life goals nanti kalau udah lulus: working with great company with remote-first culture. Meskipun working whenever, whenever working; Dan Working everywhere and everywhere working, setidaknya gue disitu posisi fulltime, bukan kontrak. Looks promising become fulltime remote worker.

Or... can hiring remotely.

Ads is worse

Setidaknya menurut gue. Pernah dulu menjadi hamba adsense, menulis judul yang gimana cara nya harus ke index di google ranking 1, menulis tulisan lebih dari {n} kata, set keyword, heading harus gimana, inbound/outbound link, backlink, dll nya.

Mungkin orang lain kalau searching tentang kata kunci yang udah gue target tersebut, akan muncul link ke website gue di page 1-2, meskipun enggak menduduki posisi pertama. But this is not me, dulu seneng banget ada yang klik ads karena nargetin negara yang cpc nya tinggi.

Itu sisi teknikal nya, sekarang di sisi manusia. Entah gue seorang privacy freak atau gimana, intinya jual informasi itu menyeramkan, setidak nya untuk gue. Bayangin dunia tanpa privasi, orang lain bisa mengetahui semua informasi tentang kita. Yang paling umum dari cookie, orang lain bisa tracking situs apa yang sudah kita kunjungi, preferensi pribadi kita, sampai ke barang pribadi yang mau kita beli yang harus nya hanya kita aja yang tau.

Is that legal? Hmm but you accept term of service, right? Dan juga lu mengklik "I Accept" ketika lu buka suatu web, yang menampilkan pesan kurang lebih seperti ini:

{WebsiteName} uses cookies to personalize content and ads to make our site easier for you to use. We do also share that information with third parties for advertising & analytics.

Why ads is worse?

Gue bukan tipe orang yang konsumtif, alhamdulillah. Bayangin orang yang konsumtif, dan lu punya blog yang membahas tentang teknologi. Berdasarkan data yang dianalisa visitor lu, dia mencari informasi tentang handphone Xiaomi X (misalnya). Yang artinya, ada peluang si visitor tersebut tertarik tentang handphone tersebut.

Dan dia melihat iklan tentang handphone tersebut di blog lu, dan iklan nya handphone tersebut ada diskon (meski kurang nya cuma beberapa). Besar kemungkinan si visitor akan klik iklan tersebut, dan ketika dia memang minat membeli, maka dia akan beli.

Disini posisi win-to-win, lu dapet duit karena ada yang klik iklan tersebut (plus ada action nya), ads network pasti nya dapet duit dong, dan si advertiser dapet duit juga karena ada yang beli produk mereka. Siapa yang dirugikan?

Menurut gue si visitor. Dia membeli sesuatu tersebut by design. sudah dirancang. mungkin karena dia sedang butuh, riz? no, man. orang yang membeli sesuatu karena butuh, enggak mungkin membeli sesuatu tersebut dari iklan. apalagi plus diskon.

Itulah salah satu alasan mengapa gue enggak mau jadi publisher di dunia per-adsensean lagi, terlebih sekarang ini udah makin banyak sampah-sampah internet yang menjadi hamba adsense. Bikin situs berita berjudul clickbait lah, tulisan hasil full copas lah, isi nya hoax/provokatif lah, dll. Mereka enggak peduli, karena mereka hanya peduli tentang visitor, traffik, dan adsense.

anjing lah.

Jadi gue udah males menjadi ads publisher ini. sekarang gue rencana mau hustling di affiliate, apa beda nya sama iklan ya?

First of all, I don't need your cookie to personalize the content (call it ads, whatever). Mungkin lebih tepat nya, hanya merekomendasi. Gue merekomendasi layanan-layanan/barang fisik/barang digital yang gue sukai, bahkan yang gue pakai.

Ini beda dengan iklan pada umum nya, karena sesimple gue enggak suka iPhone, jadi gue enggak bakal baca tulisan ini ketika gue menulis tentang (misalnya: Why I love iPhone X). Ya, mungkin ini seperti native advertising. But NOT! Native-ads biasanya tulisan bergaya "guest post" tentang sesuatu yang mungkin gue enggak tau/enggak pakai. Intinya: Satu niche. Sesuai dengan pembaca. Enggak mungkin gue disini ada native ads tentang Sutra, kan?

Intinya, rekomendasi. Rekomendasi itu gratis, setiap orang di dunia nyata pun bebas untuk merekomendasi. Pernah enggak lu ngerekomendasiin orang "bro, lu kan suka ngopi nih, cobain dah di warung kopi X, tempat nya asik, kopi nya juga pas". Terus dia kesana, mungkin sendiri, mungkin sama lu. Terus si pemilik/pegawai nya tau kalau ternyata lu yang bawa mereka kesana (mungkin dengan bilang "kata temen gue si X, disini jual kopi Y ya?)". Dan mereka mungkin akan ngasih gue kopi gratis sebagai tanda terima kasih.

No personalized ads. You love it because I love it, you buy it because I buy it, you use it because I use it. No bullshit marketing-yang-penting-duit-masuk-rekening.

Gigs

Gigs itu seperti ketika lu freelancing jual jasa (secara langsung), gigs ini jual sesuatu karena jasa lu. Freelancing bikinin gue template wordpress, gigs: gue jual template wordpress. Setidaknya itu menurut gue (walau sekarang Fiverr udah terlalu meng-global para giggers nya).

Permasalahan nya hampir sama seperti di freelancing, masalah di market. Dulu paling koplak gue dibayar $20 cuma buat ngasih bintang lima di facebook pages. sebegitu rendah kah diri gue? haha. Tapi enggak gue unlike/unpublish review, karena memang layanan yang mereka tawarkan juga waktu itu yaa bermanfaat lah, macem kek Mailchimp/ConvertKit gitu lah.

Dan gue enggak tertarik lagi jual gigs, dulu pernah jual wordpress themes $5 (you know kan dimana), kalau murni $5, harus ada credit gue di footer; enggak ada kustomisasi langsung di tema, dan enggak ada contact support. Kalau $10, yaa semua itu dapet, contact support cuma sebulan. dll nya.

Dan seperti paragraf-paragraf diatas, gue pivot. Dan dari gigs ini gue juga pengen membuat hmm mungkin seperti gini: "daripada lu beli wordpress themes, mending gue ajarin cara bikin wordpress themes". Ya, mungkin seperti itu. Daripada mereka beli gigs lu untuk seo audit, mending lu ajarin mereka tentang seo. Seperti itulah kira-kira, yang pastinya target market nya akan beda.


Akhirnya selesai juga nulis ini. Untuk sekarang sih pengen fokus di affiliating, dan semua yang gue affiliate, yaa semua yang gue pakai. Misal seperti:

  • DigitalOcean untuk server
  • Namecheap untuk domain
  • Produk-produk di iTunes/AppStore yang gue beli/suka
  • dsb

Tapi di blog ini tetep akan share apa yang gue fikirkan, karena gue masih punya domain lain kalau emang pengen fokus di affiliating haha.

Sebelumnya pernah affiliating juga, di buku. Karena memang target nya juga orang luar, jadi pernah dapet beberapa $$ dari affiliate. Tapi karena belum serius, jadi yang masuk ke saldo paypal cuma recehan. yaa lumayan lah buat beli frappucino selama wiken.

Thanks for stopping by

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.