Karena fokus itu susah

tyson-dudley-134446.jpg

Kebanyakan programmer kerja di malam hari, termasuk gue. Setiap orang memiliki alasan masing-masing, begitupula gue. Dan ini alasan gue kenapa sering nya kerja di malam hari.

Setelah gue googling-googling, dan gue dapet presentasi di TED oleh Jason Fried, seorang CEO Basecamp dan penulis buku mega best seller Rework.

Dari presentasi yang berjudul Why work doesn’t happen at work, di poin:

Untuk orang-orang kreatif seperti Programmer, Desainer, Penulis, Pemikir, dan Insinyur, mereka membutuhkan waktu yang bebas gangguan untuk menyelesaikan sesuatu.

Karena kita enggak bisa ‘menjadi kreatif dalam 15 menit’, dan benar-benar memikirkan suatu masalah. setuju?

Hal yang gue garis bawah lagi juga adalah:

Mungkin lo bisa mendapatkan ide dengan cepat, tapi untuk benar-benar memikirkan masalah tersebut secara mendalam, dan mempertimbangkan nya dengan hati-hati, kita membutuhkan waktu yang lumayan panjang, dan pasti nya tanpa gangguan.

 Enggak semua orang seperti itu

Dan gue setuju juga dengan ini, sayang nya gue termasuk orang yang susah fokus. Karena 80% pekerjaan yang pernah gue selesain, rata-rata enggak terjadi di kantor. Bisa di Coffee Shop, Coworking Space, atau di kamar.

Kenapa?

Karena gue bisa fokus. Dan untuk fokus, tentu nya kita membutuhkan waktu sendiri. Ya, sendiri. Hanya dengan laptop, ditemani kopi, dan rokok bagi yang merokok. Benda mati. Silent mobile. Dan lain-lain. Me time.

 Kenapa fokus itu susah?

Gue duduk diatas kursi kerja gue; ngebuka JIRA Issues dan ngeliat TODO List yang harus diselesaikan hari ini. Kerja kurang lengkap tanpa dengerin musik, buka iTunes. Karena udah dikurasi sesuai playlist yang udah dipilih, jadi tinggal tekan tombol play.

Kalau lo termasuk orang yang mengawali hari di tempat kerja kayak gue, maka hal yang gue lakuin pertama adalah cek sosial media dan email. Meskipun gue udah enggak main Facebook & Instagram, tapi gue masih main Twitter, Medium, dan Linkedin.

Udah gitu menyapa temen-temen kerja, ngobrol. Kalau nyapa nya sama orang kreatif juga–Programmer & Designer–mereka ngerti. Secukupnya aja ngobrol. Kalo sama orang non-kreatif?

That’s why developer & designer almost always use headphone.

Apakah selesai sampai situ? Tidak, man. Silahkan rasakan oleh anda

 Kenapa malam?

Lingkungan tenang, udara yang pas bila ditemani kopi, dan asumsi bisa mikir lebih kritis bila malam hari.

Iya, semua ini kita yang ngatur. Otak kita yang diprogram oleh kita.

Tapi kita juga tau, semakin tua semakin susah diatur. Dan karena udah kebiasaan kerja malam, yaudah sampai sekarang kerja dan menyelesaikan sesuatu nya malam mulu.

Tapi ya karena alasan itu: Less Distraction, Cozy Situation, and some assumption. Pagi sampai siang dihabiskan untuk membuat kita fokus di malam hari: Bersosial agar tidak membuka sosial media, istirahat (bahkan klo gue malah tidur haha) biar malam nya tetap terjaga sampai kerjaan kelar, dan makan secukupnya sampai kenyang. Kadang kalo gue, kerja di malam hari pas lapar lebih fokus daripada pas kenyang. Beda kalau di pagi hari, kebalikan nya.

Apakah gue kerja di pagi-siang hari? Dikit. Yang penting diliat kerja aja dulu, karena ada beberapa orang non-kreatif yang enggak ngerti cara kerja orang -orang kreatif. Pagi paling baru nyusun TODO List, mereview Task List kemarin-kemarin, bersosial, youtube, main game. Malam baru fokus kerja dan menyelesaikan pekerjaan.

Orang kreatif emang aneh-aneh aja ya.

 Apakah programmer termasuk orang kreatif?

Kreatif dan kreativitas merupakan kata yang menunjukkan cara seseorang berpikir dan menyelesaikan masalah.

Programmer menyelesaikan masalah yang dituangkan dengan kode. Kalau mau lebih contoh yang lebih real, bug. Iya, serangga dalam program merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh programmer.

Program yang lambat juga masalah. Kita harus optimasi.

Proses belajar-mengajar yang hanya di satu tempat dan hanya pada waktu belajar juga masalah. Maka dari itu, KelasKita hadir agar kamu bisa belajar dimanapun, kapanpun, dan apapun.

Sampai sini aja, silahkan berdiskusi.

Dengan fikiran kalian

 
2
Kudos
 
2
Kudos

Now read this

Now, I’m Quit from Instagram

Setelah gue menulis tentang udah enggak buka Facebook disini dan berhasil, sekarang gue mau coba enggak buka Instagram. 80% aktifitas yang gue habiskan di mobile adalah membuka Instagram. Bangun tidur, Ke kamar mandi, mumet pas kerja,... Continue →