Knowing characteristic of someone

Gue punya cara untuk mengenal sifat seseorang. Cara ini didapat ketika gue dan mantemans mendaki salah satu gunung di banten.

Make them hates you

Hal pertama yang gue lakukan biasanya adalah membuat orang tersebut gimana cara nya membenci gue. Dengan ini, gue tau salah satu dari sekian yang daftar yang mereka benci dari hidup mereka.

Banyak cara yang gue lakukan; Telling bad jokes, berkata kazar, doing bad habit, sok tau, sombong, whatever. Mengetahui sesuatu yang mereka benci sangat penting menurut gue, agar kita bisa 'mengurangi' melakukan hal tersebut ke orang lain. Gue bukan tipe orang yang bertopeng, yang selalu menghindari sesuatu, hanya agar orang lain impressed. Karena gue mencoba untuk memahami sebuah 'perbedaan'. We are all have our own something that we love & hates.

Make them loves you

Setelah mengetahui apa yang mereka benci, parameter tersebut bisa diambil untuk mendapatkan kesimpulan sesuatu yang mereka sukai. Sekali lagi, bukan untuk makes them impressed to you, tapi untuk menjaga perjalinan hubungan baik verbal maupun non.

Dari buku How to win friends & influence people, ada topik pembahasan bahwa manusia itu suka bila 'mereka merasa diistimewakan'. Everybody agress with it, even me. Siapa juga yang enggak suka diistimewakan?

Dengan membuat mereka merasa istimewa, kita bagaimana cara nya agar membangun persepsi untuk saling trust. I respect something you hates, vice-versa. Tujuan nya, agar kita selalu melihat sesuatu yang baik dari mereka, bukan yang buruk nya saja. Let me tell you something

2018-10-01_06-13-39

Pasti familiar dengan logo diatas, Yin-yang.Yin-yang adalah sebuah konsep filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain (thanks Wikipedia)

Ada sesuatu yang menarik yang bisa kita petik. Meskipun bukan di konteks filosofi yin-yang, tapi menurut gue relevan untuk disandingkan. Anggap putih adalah kebaikan, dan hitam adalah keburukan.

Yin (yang berwarna putih) dan Yang (yang berwarna hitam).

Ketika kita melihat yin, dan melihat ada 'titik' hitam, tetap kita fokus nya ke titik hitam tersebut. Dan di Yang, ketika kita melihat ada 'titik' putih tersebut, tetap kita fokus nya ke yang warna hitam.

It's unfair, but sadly it's real. This is life. Kita sering ingat keburukan seseorang dibanding kebaikan nya, terlebih ketika kondisi dimana emosi lebih dominan dari logika. Ingat kapan terakhir sahabat kalian berbuat baik? Dan ingat kapan terakhir sahabat kalian berbuat buruk?

Karena mungkin sangat sulit untuk mengalahkan hitam dengan putih, so just let's makes it balance. Kita ingat kapan mereka berbuat buruk ke kita, dan kita juga ingat kapan mereka berbuat baik ke kita. Ini si kampret ngeselin amat sih nyuruh-nyuruh gue, eh iya tapi gue juga pernah nyuruh dia deng.

contoh aja itu mah, based on real example tapi haha

Make them impressed

Ketika sebuah hubungan sudah terjalin, ada satu faktor yang penting: Penguat. Biasanya, gue lakukan ini dengan membuat mereka terkesan. "Gak nyangka gue ternyata si fariz blablabla", "ternyata si fariz blabla", dll. Yang pasti nya ke arah positif.

Menjalin hubungan seperti pertemanan sangat mudah, begitupula ke arah permusuhan. Dengan membuat mereka terkesan, mereka menemukan sesuatu yang mereka tidak cari, tapi mereka butuh. Gimana rasa nya ketika kita sedang tidak mencari uang, tapi kita butuh, lalu tiba-tiba mendapatkan project dengan nilai yang lumayan? Kalau kata orang-orang: Rezeki anak sholeh. Yang nama nya rezeki, pasti gak mau ditolak.

Cari cara agar membuat mereka terkesan ini gampang-gampang susah. Kita harus cari celah dari sesuatu yang mereka sukai dan dari sesuatu yang mereka benci. Ambil contoh, semua temen sma gue tau kalau gue orang nya berisik. Bayangin, saat mereka punya persepsi tersebut, lalu melihat gue, hal yang mereka bayangkan di benak dia yang paling pertama adalah: Ah pasti ni orang ngebacot. Karena mungkin, itu yang dia tidak sukai.

Ketika mereka punya persepsi tersebut, tiba-tiba gue malah sebalik nya, apa respon mereka? Mungkin 'Ih tumben lu riz sekarang mah kalem', 'Gimana cerita nya lu sekarang jadi pendiem, gini?', 'riz, sehat kan?'. Dari kalimat tersebut, bisa gue ambil kesimpulan bahwa mereka enggak percaya. Bingung. Terkejut. 'Ada angin apa', 'Mimpi apa gue semalem'.

Dan manusia suka dengan kejutan.

Dari situ, hal-hal yang mereka benci dari kita, jadi sedikit terlupakan. Salah satu nya untuk kasus tersebut adalah bahwa aing teh cerewet. Dengan respon tersebut, bisa gue terapkan ke dia bahwa 'yaa riz jangan terlalu cerewet lah ke dia mah', alias kurangin. Setidak nya, mereka masih mengenal sifat asli kita, but with better perspective.

Dan kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa. Siap pak haji

Don't trust me

We can't both be right. Baca selengkap nya disini.

Hari ini nulis karena masih ngerasa kereta-lag dan gak bisa tidur, serta ada mata kuliah jam 7 nanti yang gak mau gue ikuti.

Belum ngerjain tugas gan.

Nuhun, salam semester akhir.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.