Membangun 1,000 true fans

Dari dulu gue ingin membangun 1,000 true fans, alias setelah membaca tulisan ini. Sama seperti di dunia nyata, ada yang menjadi fans Raisa karena menyukai lagu yang dibuat/dinyanyikan nya, ada yang menjadi fans Tere Liye karena menyukai buku-buku yang ditulis nya, dan lain-lain. Intinya mereka menyukai apa yang seseorang buat.

Dari yang gue pelajari, tahapan untuk menjadi fans seperti nya ada 3 fase.

  1. Menyukai salah satu karya yang lo buat, di fase ini baru tertarik
  2. Menyukai beberapa karya yang lo buat, di fase ini sudah mulai mengagumi
  3. Menyukai semua karya yang lo buat, baru secara tidak langsung sudah menjadi fans.

Orang-orang yang menjadi fans tersebut secara sadar mengikuti akun sosial media seseorang agar mengetahui keseharian nya, merekomendasikan apa yang seseorang tersebut buat, dan sampai yang lebih ekstrim menjadi fans garis keras. Apapaun yang seseorang tersebut ucap, tindak, fikir dll nya selalu dianggap benar. Karena they love it.

Dan seperti biasa, yang berlebihan ini enggak baik.

Sebagai contoh, mari kita lihat para ukhty-ukhty yang menjadi fans garis keras artis korea. Mereka sampai mengikuti budaya mereka (nulis bahasa korea lah salah satunya), memasang avatar akun sosial media dengan foto mereka, bahkan kayaknya kalau si artis ini mengunggah foto dispenser pun, akan mereka like.

Ada banyak cara agar orang-orang menjadi fans lo, mungkin kalau dari contoh diatas karena fisik nya. Ada yang mengagumi karena suara nya, tulisan nya, semangat nya, masakan nya, dan lain-lain.

Dan gue pun ingin menjadi seorang pekarya. Seseorang yang membuat sebuah karya. Entah kode yang ditulis, tampilan yang didesain, atau tulisan blog yang dipublish.

Gue memilih untuk menjadi seorang pekarya karena tidak ingin selalu menjadi konsumen; Konsumtif. Hanya bisa mengkonsumsi, menggunakan, menikmati, dan lain-lain nya. Ada yang bahagia karena sesuatu yang dia konsumsi (hmmm... seneng pakai jam tangan rolex? baju supreme? mukena LV?), dan ada yang bahagia karena sesuatu yang dia buat, berguna bagi orang lain (terlalu banyak contohnya, mari kita ambil salah satunya seperti Mark Otto dan Jacob Thornton membuat Bootstrap).

Gue ingin posisi win-to-win. Misal seperti John O'Nolan membuat blogging platform, gue menyukai karya yang dibuat dia dan tim nya. Mungkin gue bisa mendukung apa yang dia buat dengan menggunakan layanan berbayar nya Ghost, tapi dengan tidak menghilangkan tulisan Published with Ghost di footer blog gue, secara tidak langsung sudah mendukung apa yang tim Ghost buat.

Lalu gue menggunakan Ghost untuk menerbitkan tulisan tentang apa yang gue fikirkan. Gue selalu berharap agar apa yang gue tulis ini bermanfaat kepada para pembaca, sehingga para pembaca pun merasa tidak sia-sia sudah menghabiskan waktu nya dengan membaca tulisan gue, lalu membagikan apa yang gue tulis di akun sosial media mereka, atau enggak ngasih link ke temen nya atau ke manapun itu yang menurut mereka berguna untuk diketahui.

Mungkin mereka ter-motivasi juga untuk membuat blog, menerbitkan tulisan-tulisan nya, dan karena melihat gue menggunakan Ghost, mereka pun siapa tau menggunakan nya juga. Cycle nya mungkin bisa seperti ini:

  1. ghost merupakan blogging platform gratis, tapi memiliki layanan berbayar
  2. gue menggunakan ghost secara gratis dan mempromosikan nya (meski secara tidak langsung via footer)
  3. gue menerbitkan tulisan, dan orang lain membagikan nya
  4. orang lain tertarik membuat blog, dan tertarik untuk menggunakan ghost
  5. orang lain menggunakan ghost, bisa balik lagi ke nomor 2, atau bisa juga ke nomor 1.

Ghost win, karena ada yang berlangganan layanan berbayar mereka

Gue win, karena ada yang membagikan tulisan gue; orang-orang suka dengan tulisan yang gue terbitkan; dan mereka tertarik membuat blog dan menggunakan Ghost mungkin karena gue juga menggunakan nya

Orang lain win, karena dia bisa membuat blog yang memiliki kaya fitur (SEO, integrasi unsplash, markdown-powered, dll). Dan mungkin ingin menggunakan cycle yang gue buat juga

Indah nya win-to-win.


Itu cuma salah satu contoh, dan salah satu yang ingin gue capai adalah membangun 1,000 fans. Ini menjadi milestone yang lumayan sulit, karena sumber tulisan gue berasal dari apa yang gue fikirkan, judul yang gue pilih enggak clickbait-y-dan-"Good for Crawler", serta gue enggak peduli dengan struktur yang terlalu SEO Friendly. h2 harus ada berapa, tiap konten harus berapa huruf, dll. Gue ingin, sebagai manusia, apa yang gue buat, untuk manusia juga. Robot hanya pembantu; audience gue adalah manusia, fans yang ingin gue bangun adalah manusia, enggak peduli robot enggak suka dengan struktur konten atau lain nya yang gue pilih, semoga manusia yang membaca suka/nyaman dengan ini. I always open for feedback.

Dan ini tahap pertama gue, ingin membangun fans berdasarkan apa yang gue fikirkan dan post yang ditulis dari blog yang gue buat. Mungkin nanti ada tahap lain, tapi tahap pertama aja dulu harus tercapai.

Sebagai penutup, ada tulisan yang dibuat oleh Derek Sivers tentang Assume nobody is going to help you, yang intinya saat lo berasumsi bahwa tidak ada satupun yang akan menolong lo, lo harus menggunakan semua kekuatan dan sumber daya yang lo punya. Lo gak bisa menunggu, karena memang tidak ada satupun yang lo tunggu. Dan tentunya, jika memang ada seseorang yang membantu lo. Baca selengkapnya agar tidak salah paham.

So that's it.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.