Membuat hp lebih berguna

Sama seperti yang di desktop.

Di hari biasa, alasan gue membuka handphone adalah bila ada notifikasi Telegram ketika jam kantor, atau notifikasi Whatsapp/Sms/telefon di bukan jam kantor. Kecuali telefon, gue selalu available kalau memang lagi ada disitu. Kalau sms udah terintegrasi dengan laptop.

Handphone gue memang membosankan, enggak ada Instagram, enggak reddit, enggak ada line, enggak ada webtoon, dll. Bukan karena sok pengen gimana ya, tapi yaa biar apa?

Selain karena gue pengen menggunakan handphone benar-benar hanya untuk berkomunikasi (yaa paling sama untuk keperluan sehari-hari juga), gue juga enggak mau menghabiskan waktu cuma buat main handphone (kecuali nelfon, kalau bales wa/telegram bisa di desktop). Jadi, goals gue adalah: kalau jam kerja, fokus ke laptop, kalau bukan jam kerja, fokus ke manusia. Dan ya, enggak ada mobel lejen juga (apa itu analog?)

And here it is...

2018-05-30-12.09.41

Membosan kan, kan? Ya maka dari itu, fokus kerja biar tajir, atau.. bersosial, tanpa media.

Aplikasi nya pun gue pakai semua, untuk keperluan jalan-jalan, kalau lagi diluar kota, kalau lagi diperjalanan, kalau pengen tidur bentar, dan ketika mau tidur lama (sleep and nap beda ya). Diperjalanan paling denger podcast kalau udah pada capek ngobrol (atau kalau lagi solo) dan denger lagu, mau tidur baca-baca link yang belum sempet dibaca (via Instapaper) terus nulis di todoist hal penting apa yang harus gue kerjain besok, bangun tidur biasanya baca email pribadi dan kantor via Spark.

Boring kan hp gue?

Kalau komunikasi mah enggak usah dijelasin lah, kan emang diciptakan nya handphone untuk berkomunikasi.

Sisanya aplikasi yang ada di laptop yang cross-platform, gue install di handphone juga.

Jadi pas jam kerja, gue enggak ada alasan untuk main handphone (karena buka telegram di laptop, dan juga gue mode jangan ganggu). Dan juga enggak ada Instagram huhuhu

Tapi hidup gue biasa aja, enggak ada yang kurang setelah uninstall Instagram. Main Twitter di hp kalau pas biasanya jalan ke alfamart depan sendirian. Apakah produktif? Biasa aja. Tapi ada beberapa hal yang gue pelajari.

  1. Jarang nunduk mainin hp. Apalagi di mode landscape cuma buat main mobel lejen
  2. Lebih tenang. Instagram tempat orang pamer, silahkan kalau enggak setuju. Kalau lo berargumen di Instagram juga ada kok yang bermanfaat, come on man instagram tuh cuma jadi batu loncatan aja, konten utama nya pasti di web. kan di instagram bisa dapet info promo gitu, riz. Haha, gue membeli sesuatu karena butuh, bukan karena pengen
  3. Instagram mulu, facebook dong. Enggak main Facebook lagi hehe udah full delete account

Intinya hidup gue lebih tenang. Enggak bikin nambah dosa karena pamer, enggak bikin orang lain nambah dosa juga karena sirik/lain nya. terus hidup lu flat, riz? Kerja mulu? Belajar mulu? Enggak juga, gue membagikan sesuatu yang ingin gue bagikan di blog. Kalau enggak penting-penting amat (mendekati seperti sampah laaah), bisa ngetweet.

Terus lu enggak pernah jalan-jalan, gitu? Enggak mendokumentasikan lain-lain nya? Gue dokumentasi. Tapi simpen di Dropbox, kalau ada yang mau gue share, bakal gue share disini.

Hidup ini singkat, gue enggak mau menghabiskan nya dengan kebanyakan main handphone, "bersosial" hanya lewat media, memposting foto keren/bagus buat pamer, dan capture story enggak bermanfaat atau cuma untuk pamer aja. Gue juga sebagai anak muda yang ingin menikmati masa muda nya, suka capture story enggak jelas juga sih, tapi di Whatsapp. Dan di Whatsapp, cuma ada orang-orang yang bener-bener kenal sama gue doang. Emang lo enggak risih ya keseharian lo yang lo capture dan bagikan, diliat orang lain yang enggak kita bener-bener kenal?

Segala sesuatu yang disimpan di internet, berarti sudah milik internet. Bukan milik lo lagi, kecuali lo set privasi nya hanya untuk lo/orang yang memiliki link ke sesuatu tersebut, so be careful.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.