Tentang menjadi Software Engineer

Hal yang telah kita ketahui adalah: Komputer diciptakan untuk membantu/mempermudah pekerjaan manusia. Dan kita udah tau itu ketika SMA/Kuliah. Menurut gue, yang membantu pekerjaan manusia itu Software, bukan komputer. Sebuah kode program yang bisa dieksekusi sesuai dengan sistem operasi yang digunakan.

Dan kita butuh komputer untuk menjalankan program tersebut.

Seriusan? 2018 masih berargumensi seperti itu? Pada tahun 2017 aja, Apple bikin iklan tentang iPad yang berjudul What is Computer. Dulu, untuk menjalankan sebuah program kita membutuhkan sebuah sistem operasi, yang sayangnya hanya tersedia di komputer. Dan sekarang, komputer/sebuah alat untuk melakukan komputasi/perhitungan bukan hanya sebuah kumpulan benda yang biasanya terdiri dari monitor dan cpu, atau sebuah benda dengan layar dan keyboard yang bersatu dalam sebuah tempat.

Hey, what is keyboard? Apakah sekarang sebuah tampilan di layar yang menampilkan kumpulan huruf masih bisa disebut papan?


Menjadi seorang Software Engineer bukan hanya tentang passion– membuat/mengembangkan sebuah aplikasi karena kita menyukainya–kita suka bila orang lain merasa terbantu dengan menggunakan aplikasi yang kita buat tersebut.

Menjadi seorang Software Engineer juga harus melihat pasar. Apakah akan ada yang menggunakan software yang telah lo buat/kembangkan? Dengan membuat sebuah aplikasi berarti kita memiliki rencana untuk membantu orang lain tersebut, kan? Kalau enggak ada yang pakai, berarti simple: Orang lain tidak membutuhkan bantuan lo, atau memang software yang lo buat tidak membantu masalah/pekerjaan orang lain.

Gue belum nemu alasan orang lain membuat sebuah software selain karena alasan: Membantu pekerjaan/menyelesaikan masalah atau hanya untuk just for fun. Adobe Photoshop untuk pengolahan citra, Microsoft Word untuk pengolahan teks, dan Google Chrome untuk membuka halaman dokumen yang ada di Internet. Contoh yang just for fun misalnya Twitter. Ternyata Twitter berawal dari proyek sampingan yang dilakukan ketika company hackathon oleh perusahaan Podcasting platform. Dan sekarang? Menjadi perusahaan yang bernilai US$ 7.41 B yang tentu nya setelah melalui perjalanan yang sangat panjang.

Apakah Twitter sebuah software? Ya. Twitter merupakan sebuah software untuk membagikan/mendapatkan sebuah informasi terkini yang sedang ramai diperbincangkan. Twitter tujuan utamanya adalah untuk membantu kita untuk mendapatkan sebuah informasi yang sedang ramai diperbincangkan, entah informasi tersebut sangat berguna untuk kita atau tidak, selain nya hanyalah sebuah fitur tambahan yang ditawarkan oleh Twitter.

Di tulisan ini gue enggak membahas tentang pasar sebuah Software Engineer yang sedang banyak diminati oleh perusahaan. Tapi lebih membahas tentang 'Software yang sedang kita kembangkan'. Mungkin tidak menjadi masalah– terlebih kalau lo enggak peduli–kalau lo sekarang kerja di sebuah perusahaan yang mengembangkan sebuah software. Yang penting lo digaji, dan bisa makan untuk besok, kan?

Yang jadi masalah kalo lo sekarang sedang membuat sebuah software yang ternyata kayaknya orang-orang enggak ada yang pakai. Bisa dikarenakan kondisi "dibuat pada waktu yang kurang tepat", atau "orang-orang belum membutuhkan ini". Kalau lo bikin software tersebut just for fun, hanya sebagai portfolio, dan 'benar-benar sebuah software', sekali lagi: itu enggak masalah. Yang masalah, saat lo ternyata bukan membuat sebuah software.

Melainkan Sebuah layanan. Layanan berbentuk software. Yang ada beberapa rupiah/dollar dikeluarkan tiap jam. Dulu Adobe Photoshop merupakan sebuah pure software untuk mengolah citra, lo bayar beberapa dollar/rupiah untuk mereka, dan lo mendapatkan software tersebut. Sekarang, Adobe Photoshop menyewakan sebuah layanan, lo bayar beberapa rupiah/dollar per-bulan, lo bisa gunain software tersebut, dapet cloud storage lah, dll.

Dan sekarang lo fikirin sebagai seorang Software Engineer yang ingin tetap makan dari profesi yang udah lo pilih ini: Lo mau bikin software, atau bikin layanan berbentuk software? Siapa yang bakal mau membeli software lo? Atau yang mau menyewa untuk menggunakan software lo? Atau santai, di zona nyaman aja. Tetap bekerja sebagai Software Engineer, dan tetap makan dari hasil software orang lain yang lagi lo kembangkan tersebut.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.