Merampingkan Sosial Media

Untuk saat ini gue cuma memiliki akun di 2 sosial media: Twitter dan LINE. Mungkin Twitter adalah satu-satu nya sosial media yang enggak bakal gue hapus.

LINE

Di LINE, gue memiliki teman sekitar 631 Teman, plus 566 Rekomendasi Teman. Setelah bersih-bersih, total teman yang "bener-bener gue kenal" dan pernah mengobrol dengan mereka hanyalah 137. Siapa 494+ orang tersebut?

Bagaimana gue bisa mendapatkan teman segitu banyak nya di LINE? Ternyata karena setting akun di LINE gue. Lalu gue matikan fitur penambahan teman dan penambahan teman secara otomatis. Karena orang-orang yang ingin/suka "berkomunikasi" dengan gue, biasanya via Whatsapp/Telegram. I done with it.

Line pun digunakan cuma sebatas keperluan kampus. Temen-temen gue di LINE rata-rata sudah ada di Whatsapp/Telegram, yang paling gue males dari LINE adalah adanya Timeline/Beranda. Tapi itulah sosial media, ketika gue udah lulus, hal pertama yang gue lakukan adalah menghapus LINE. Temen-temen di LINE gue (yang gue kenal dari LINE, biasanya temen kampus) rata-rata udah pada menggunakan Telegram juga, jadi yaa kita bisa tetap berkomunikasi lewat sana.

Dan karena gue pernah post di timeline LINE, dan karena dikit, jadi gue hapusin. Enggak penting juga soalnya. Jadi sekarang LINE gue cuma berisi oleh teman-teman yang bener-bener gue kenal. Enggak ada Official Account, jadi gak ada alasan untuk membuka tab Timeline di LINE.

Twitter

Pertama join Juli 2009, 9 tahun yang lalu. Total tweet sekarang 22.846, Following 30, dan Follower 548. Sepertinya semua follower yang dianggap bot/sudah tidak aktif oleh Twitter di suspend.

Banyak informasi yang gue dapet dari Twitter, seputar apapun. Karena ada "apapun" alias informasi apapun ada di Twitter, gue perlu memfilter agar informasi yang benar-benar gue butuhkan aja yang bisa gue dapet.

Pertama, dari following. Gue memfollow orang-orang yang gue kenal, dan pernah berkomunikasi dengan gue. Entah dari dunia nyata, atau dunia maya. Gue pengen tau kabar dari mereka via tweet yang mereka buat.

Kedua, List. Informasi di Twitter banyak banget, dan semua timeline di sosial media pasti sudah diracuni oleh algoritma. Karena gue pakai Tweetbot (Twitter Client), enggak ada algoritma (macem kurasi/rekomendasi tweet yang ditampilkan gitu kali ya) di timeline gue.

Ketika tweet terbaru di timeline gue di tweet oleh si A (yang gue follow), maka yang muncul itu. Enggak ada "Barang kali terlewat", atau apapun you name it.

Gue mengkategorikan orang-orang yang pengen gue tau informasi nya menggunakan list. Untuk sekarang ada 5, private list; Ada JavaScript, iOS Developer, News (Hacker News, Daring Fireball, dll), Just for fun (Iamdevloper, Sadserver, dll), dan Entrepreneur (DHH, Jason Fried, dll). Total ada 60 pengguna, gue enggak perlu follow mereka untuk tetap bisa mendapatkan informasi dari mereka.

Gue melakukan tersebut agar tetap menjaga timeline gue berisi dari orang-orang yang gue kenal. Silahkan gunakan apa yang gue lakukan juga, dan otw melihat pengurangan follower gue di Twitter haha. Tapi gue enggak peduli, karena itu cuma angka.


Gue enggak mau terlalu menggendutkan akun sosial media. Kecuali Twitter ya. Seperti banyak update status, banyak upload foto, banyak teman, dll. Kalau Twitter shutdown, berarti gue enggak bakal ada di sosial media yang ada di internet lagi.

Informasi yang gue kasih ke sosial media pun yang emang diperlukan aja (seperti lo kalau mau menggunakan LINE, harus mengisi nomor HP lo), jadi informasi yang enggak perlu diisi, yaa enggak usah diisi.

HP gue menjadi lebih membosankan, jadi gue enggak punya waktu banyak untuk bermain HP. Hidup gue menjadi lebih tenang. Sedikit tau tentang orang lain membuat gue tenang.

Untuk seperti "Story", gue cuma bisa tau dari Whatsapp, gue cuma bisa melihat/membagikan kepada kontak yang sama-sama menyimpan nomor gue dan mereka.

Ah membosankan nya kehidupan digitalku

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.