Resign

I'm sorry.

Once again, sorry.

But please, don't read the excerpt. Yeah, please don't. It's a trap.

Minggu kemarin dipinjemin novel fiksi sama Teh Vicy yang berjudul Resign. Sengaja minjem nya novel ini karena yang ringan dibaca cuma ini, dan baru sempet punya waktu untuk baca baru hari ini.

2018-05-26-04.02.07-1

Ini novel asik sih. Biasalah cerita-cerita seputar dunia perkantoran kelas enterprise, yang mana novel drama-comedy-romance, yang berarti (intinya) tentang percintaan. Tokohnya klasik, eksmud ganteng, single, nyebelin; Tokoh utama nya cewek karir, cantik, dan lebih muda. 8 tahun kalau gak salah.

Meski tokoh-tokoh nya klasik, tapi cerita nya enggak murahan. Jadi malu gue bikin tagline "Your beloved storyteller" di blog ini, sedangkan menurut gue si penulis novel ini lebih asik dalam bercerita. Gue lupa mulai dari jam berapa ini baca nya, yang gue inget ternyata udah jam 2 lewat sekian, dan gue baru inget kalau ternyata belum makan nasi dari abis buka puasa. So, dibarengin pas sahur aja.

Kadang perlu juga baca novel fiksi gini, biar hidup enggak terlalu serius-serius amat. Dan ya, sedikit pelarian dari realita karena kerjaan banyak, alias realita kalau single. LDR. Whatever. What the fuck.

Intinya novel ini bercerita tentang para karyawan-karyawan kutu loncat, yang pengen resign karena tingkah laku bos nya yang nyebelin gitu. Cerita-cerita FTV asu gitu lah, dan mereka bikin taruhan untuk pencepet-cepet resign. Yang paling terakhir, nraktir paling mahal. gelo sih

Dan you know, siapa yang pertama kali nraktir? Silahkan baca novel nya, biar penasaran. Nuhuns. Kalau males beli, bisa pinjem ke teh vicy. tapi mending beli da, teh vicy juga belum baca sampe kelar.

Dan berkat baca novel ini gue jadi memandang resign dari sudut pandang yang berbeda. Tentang apakah kita harus resign. Tentang apakah resign jalan yang terbaik untuk kita? But, seperti biasa. Sesuatu yang bisa diukur itu relatif, dan sesuatu yang relatif biarkan lo yang menentukan. You always have your own choice for every option, because life is choice. So, choose it carefully.

Pilihan gue? Resign. Resign dari kejombloan ini~

Selamat sahur ladies and gentleman yang di ingetin sahur sama toa mesjid.

Yours truly,

Fariz.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.