Tak tau arah

Bandung hujan, dan selalu menyenangkan. Menjadi nilai tambah untuk membuat kopi, homebrew aja, masih siang. Hari ini sabtu, duduk berjam-jam sendiri di warung kopi lebih menyenangkan nanti malam, terlebih bila ditambah dengan hujan agar suara bising pemuda-pemudi bercerita tentang apapun sedikit teredam.

Karena sabtu waktu yang tepat untuk me-time, setelah berhari-hari berkutat dengan pekerjaan. Waktu bersosial biasanya di habiskan di hari biasa, di waktu malam. Dan sekarang masih siang, nyeduh kopi, dan untuk pertama kali nya menulis karena sesuatu yang enggak lagi gue fikirkan.

Waktu nya memanjakan diri sendiri, dengan buku; menonton film, tutorial, atau ber-main game, asalkan jangan tidur, bermalas-malasan.

Ruang kosong

Bukan mau sok puitis, tapi kali ini menulis apapun yang sedang terlintas aja. Seperti ketika menulis do di Visual Studio Code, lalu diberi sugesti document, doNotTrack, DocumentFragment, dan lain nya. Tinggal gue pilih yang mana yang mau gue lanjutkan dan bahas.

Gue enggak tau kenapa bagian ini diberikan nama ruang kosong, mungkin karena gue sedang duduk dan menulis di ruang kosong. Mungkin ruang tersebut sebuah representasi dari otak, ya, otak gue lagi kosong. Kosong akan fikiran, dan enggak tau apa yang akan/harus gue kerjakan.

Mungkin JIRA issues bisa membantu gue untuk mengisi fikiran gue, tapi hari ini hari sabtu, dan entah kenapa lagi males kerja. Buku menumpuk di samping kasur, ngode biar dibaca sama gue. Tapi enggak tau kenapa, lagi males juga baca buku. Sesuai judul, tak tau arah. Enggak tau hari ini arah hidup gue kemana, mau ngapain, biar apa, dll. Biasanya kalau lagi mikir dalem kayak gini, gue pakai untuk muhasabah, dan bgst nya gue lagi males bermuhasabah diri.

Tentang arah

Memiliki arah, berarti memiliki target. Ada tujuan yang harus dicapai. Melakukan sesuatu karena ada yang ingin di capai. Makan, biar enggak laper. Tidur, biar enggak ngantuk. Istirahat, biar enggak capek.

Gue lagi berada di kondisi dimana gue melakukan sesuatu, tapi enggak tau arah nya kemana. Apakah mungkin ini adalah jebakan dari Do what you love, yang berarti melakukan sesuatu karena kita mencintai nya. Seperti: Bermalas-malasan, biar melakukan sesuatu yang kamu sukai. Nothing else, except the motivation ones.

Mungkin umur semakin tua, semakin sok banyak hal-hal lain yang difikirin. Otw 21 masih relatif muda, tapi nanti tiba-tiba kepikiran anying sekarang umur gue udah 26. Banyak hal-hal yang harus difikirkan: Sebagai mahasiswa, sebagai Frontend Developer, sebagai anak pertama, sebagai kakak, sebagai masyarakat Indonesia, sebagai umat muslim, sebagai hamba Allah, sebagai manusia. Sebenernya enggak usah difikirin, karena kita tau apa yang harus kita lakukan.

Ada satu hal yang mengganjal otak gue, tentang melakukan untuk 'siapa'. Melakukan untuk diri sendiri, untuk orang tua, untuk keluarga, untuk umat muslim, untuk masyarakat, untuk tuhan, dan untuk teman ternyata ada yang kurang.

Oke lo udah tau arah pembicaraan gue kemana, setidaknya untuk bagian ini.

Hai

Seperti nya gue sudah capek bersenang-senang. Seperti lo sedang di dufan, terus bermain dengan wahana ini-itu, ketawa-ketawa, enggak memikirkan apapun selain having fun, sampai lo capek. Simple nya, seperti dugem. Loncat-loncat joget-joget all the night, got drunk, forget everything except having fun, go home, sleep, repeat.

Ini seperti, gue istilahin passion trap. Entah gue yang enggak normal apa gimana, gue malah capek melakukan sesuatu yang menyenangkan. Atau mungkin, bosen? I don't know. Kesimpulan sementara untuk bagian ini sih menurut gue kurang piknik, tapi piknik enggak bakal mengobati passion trap gue, karena piknik merupakan hal yang menyenangkan. Dan nanti capek, dan cycle pun kembali lagi ke paragraf awal.

Apakah gue perlu melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan? But, what? Gue enggak suka pembunuhan, terus gue harus membunuh? It's psycho, man. Oke mungkin gue butuh tantangan. Kalau piknik menyenangkan untuk gue, mungkin gue butuh sedikit pain untuk kegiatan tersebut: Piknik lebih jauh, mungkin?

Menyenangkan tidak selalu menyenangkan.

Seperti istirahat yang tidak selalu menghilangkan capek. Ya mungkin harus tidur, dan tidur pun enggak selalu membuat kita lebih baik.

Setidak nya membuat kita "baik", meski tidak lebih.

Kesimpulan yang gue dapat dari Ruang Kosong adalah Gak usah kebanyakan mikir, dan Tentang Arah adalah do search the loving ones, tentang hai adalah berikan sedikit tantangan, dan tentang menyenangkan tidak selalu menyenangkan adalah hei, gue dapet ide setelah menulis sampai paragraf tersebut!

Thanks blogging.

Sekarang gue mau mandi, enggak tau kenapa mau mandi meskipun udah mandi, tapi gue enggak mikirin. Udah mandi gue mau jalan-jalan, siapa tau nemu cewek lucuk yang kenalan-able, udah gitu enggak bawa handphone, biar sedikit menantang (ya, kalau gue lagi kesusahan dan enggak bisa menghubungi siapa-siapa merupakan hal yang menantang, kan?) dan gue mau nulis lagi, siapa tau punya banyak ide.

Ok thanks for stopping by, and fuck you.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.