The Subtle Art not giving a Fuck

Bulan ini baca buku nya Mark Manson yang berjudul The Subtle Art of not giving a fuck. Kalau diterjemahkan bebas ke bahasa Indonesia adalah: Sebuah seni untuk bersikap bodo amat.

Gue udah enggak pernah beli buku yang membahas tentang teknis lagi, biasanya yang ke bisnis. Tapi bulan ini gue tertarik untuk membaca buku Psikologi/Self Improvement karena masih banyak buku tentang bisnis yang udah gue beli, dan belum sempat dibaca. Hahaha

Alasan beli buku ini adalah: Gue orang nya (sok) perfeksionis. Meskipun udah tau kalau Done is better than perfect, gue tetep aja enggak (...tau?) cara mengimplementasikan nya di kehidupan nyata gue.

Motivasi terbesar membaca buku ini adalah: Gue orang nya terlalu peduli. Lebih jelas nya: di masalah percintaan. Gue terlalu peduli kepada dia yang mungkin enggak peduli sama gue. Dan gue tersesat, dan ingin tau cara nya gimana cara 'sadar' dan kembali ke jalan yang benar tersebut. Tapi buku ini bukan tentang kisah percintaan.

While I Read

Selama gue membaca buku ini, gue merasa anjir ini mah rata-rata gue geh udah tau. Tapi, kenapa enggak gue implementasikan di kehidupan nyata gue? Seperti misalnya (contoh dari gue ini mah): Begadang itu enggak baik. Iya gue tau itu, tapi kenapa masih gue lakuin? Dan itupun yang gue 'rasa' ketika membaca buku ini, tapi buku ini menjelaskan bukan begadang itu enggak baik, dan lo pun tau itu. Tapi lebih ke: Apakah begadang enggak baik? Dalam konteks apa begadang itu enggak baik? Kenapa enggak baik? Dan lain-lain. Bakal gue bahas satu-satu berdasarkan bab yang gue baca.

Jangan Berusaha

Karena pertama kali nya gue membaca/mengetahui sesuatu tentang sesuatu yang seharus nya 'dianggap' benar tapi malah 'dianggap' salah, ya bingung dong. Kayak gue ini, gue dari dulu tau kalau kita seharusnya 'berusaha', lah kok di buku ini malah bilang 'jangan berusaha'. But, don't judge a book by it's chapter, ya.

Inti dari bab ini adalah: Lo enggak akan pernah bahagia, saat lo terus mencari arti kebahagiaan. Lo enggak akan pernah sukses, saat lo terus mencari arti kesuksesan. Dan ya: Jangan berusaha.

Terus... uang yang kita sisihkan mati2an biar bisa beli rumah, bekerja keras 40 jam per-minggu biar naik jabatan, dan lain-lain itu jadi sia-sia?

Enggak.

Disini si Mark ngasih contoh: Terkadang sesuatu yang dilakukan cuma iseng, malah jadi sukses. Dan sesuatu yang kita fokus lakukan, malah jadi berantakan.

Dia ngasih tau: Jika mengejar hal yang positif adalah hal yang negatif, mengejar hal yang negatif akan menghasilkan hal yang positif. Atau seperti pribahas: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Ya, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Di bab ini kita mulai diajari tentang melakukan 'bodo amat'. Dan cara nya akan gue sebutkan beserta contoh singkat:

  1. Masa bodo bukan berarti enggak peduli/acuh tak acuh. Masa bodo berarti nyaman ketika menjadi berbeda (Contoh: Nyokap lo abis ditipu sama sodara lo sendiri, dan keilangan duit yang sangat banyak. Kalau lo merasa bodo amat, lo paling cuma bilang ke nyokap lo yang sabar ya maaah~. Gitu doang. Beda kalau lo membalas nya dengan liatin aja mah, entar aku laporin dia ke polisi. Lo bodo amat meskipun dia sodara lo. Tapi disini lo masa bodo enggak mikirin meskipun dia sodara lo, kalau bikin hidup lo merugi parah, ya lo enggak bisa tinggal diam dong.

  2. Untuk bisa "Bodo amat" pada kesulitan, lo harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan (Contoh: Lo di putusin cewek lo, terus lo galau. Ngerambet kemana-mana: Males kuliah, males kerja, pengen nya tidur mulu, dan lain-lain. Lo lebih mementingkan kegalauan lo daripada yang lain. Coba kalau mikir daripada aing galau mulu toh dia geh enggak bakal balik lagi ke gue, mending gue lanjut kerja & kuliah; Dapet duit, nabung, atau bisa ke saritem~

  3. Entah disadari atau tidak, lo selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan. Semakin dewasa, kita jadi semakin memerhatikan banyak hal. Kalau dulu, bodo amat dah ke sekolah mau mandi atau enggak, kesiangan atau enggak, dan lain-lain. Yang penting gue dapet jajan, belajar suatu hal yang baru, dan bisa main sama temen-temen sekolah. Sekarang beranjak semakin dewasa? Enggak pede kalau berangkat kuliah dan enggak mandi, malu kalau dateng terlambat, dan lain-lain. Oke lah itu baik, tapi kan itu semua lo yang nentuin. Enggak pede kalau enggak mandi, berarti ya harus mandi. Malu kalau datang terlambat, ya jangan terlambat. Simple, tapi sering dibawa susah. Riz, gue kan semalem begadang terus gue bangun jam 07 sedangkan ada mata kuliah jam 07.15, mangkanya gue enggak sempet mandi biar enggak telat. Yaaa, berarti pilihan nya jangan begadang. Tapi tugas numpuk. Yaa jangan dibuat numpuk. Tapi itu udah dari dosen nya gitu. Banyak alesan anjir. Tujuan lo itu biar enggak malu apa biar masuk kelas enggak telat?

Masih banyak hal-hal yang bisa dibahas disini. Tapi kalau dibahas semua, kasian juga si Mark takut nya orang-orang malah pada baca ini doang dan enggak lanjut baca buku lengkap nya.

Lagian setiap orang bisa menangkap beda-beda tentang apa yang mereka cerna, dan ini udah hal yang wajar. Lo bisa lanjut baca tentang pembahasan selengkapnya di buku ini.

Inti dari buku ini adalah:

  • Realistis.
  • Lo biasa aja, enggak istimewa
  • Lo selalu memilih dan bertanggung jawab (atas semua hal positif & negatif - yang udah lo lakuin) berikut dampak nya
  • Lo yang menentukan tujuan lo (dan harus berhati-hati dalam menentukan tujuan lo)
  • Kegagalan adalah jalan untuk maju
  • Penting nya bekata tidak
  • Dan... Kita semua bakal mati.

Hal yang paling gue sukai disini adalah tentang 'keluar-biasaan kita'. Kita punya mimpi 'ingin menjadi orang yang luar biasa'. Tapi kalau misal nya semua orang luar biasa, berarti enggak ada yang luar biasa dong? Sama ketika kalau siswa di kelas lo tersebut semua nya pinter, terus yang pinter siapa dong kalau semua nya pinter?

Terakhir, realistis. Bukan menunggu motivasi untuk bisa melakukan sesuatu, tapi lakukan sesuatu maka kamu akan mendapatkan motivasi. Prioritaskan sesuatu yang layak di prioritaskan, berhati-hati dalam menentukan suatu tujuan, dan... kita semua bakalan mati. Thank you, dan silahkan beli buku ini disini (gratis ongkir!)

Btw I'm bad in reviewing a book & tell them to anyone. But yeah, why you read this post until this paragraph?

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.